Proyeksi APBD Kutim Turun Tahun Depan Pemkab Siapkan Strategi Efisiensi

Catatan Berita Kutai Timur 01-11-2025

Sangatta – Proyeksi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kutai Timur (Kutim) Tahun 2026 diperkirakan anjlok tajam. Dari total APBD tahun ini yang mencapai Rp9,89 triliun, Pemkab memproyeksikan anggaran tahun depan hanya Rp4,86 triliun atau turun lebih dari separuhnya. Penurunan signifikan itu disampaikan Wakil Bupati Kutim, Mahyunadi, saat membacakan Nota Pengantar Rancangan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) dalam Rapat Paripurna ke-10 DPRD Kutim, Jumat (31/10). “Rancangannya segitu, mungkin bisa bertambah tapi enggak banyak. Itu dalam pembahasannya mungkin bisa bertambah. Paling, sedikitlah,” ujar Mahyunadi. Dalam nota pengantar itu, pendapatan daerah tahun depan diproyeksikan mencapai Rp4,867 triliun, terdiri dari Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp431,81 miliar, pendapatan transfer Rp4,34 triliun, serta lain-lain pendapatan sah Rp91,98 miliar. Adapun belanja daerah direncanakan mencapai Rp4,842 triliun, dan penyertaan modal daerah hanya Rp25 miliar. Mahyunadi mengakui, turunnya proyeksi anggaran akan berdampak pada pola belanja pemerintah daerah. Karena itu, Pemkab Kutim menyiapkan langkah efisiensi di seluruh sektor, termasuk menyesuaikan skala prioritas program pembangunan. “Kalau kuat anggarannya, ya kita prioritaskan untuk tetap dijalankan. Tapi kalau tidak kuat anggaran ini, semuanya juga harus turun. Misalnya belanja pegawai,” terangnya.

Selengkapnya