Tagihan Pertamina Rp10 Miliar Belum Dibayar Ada Selisih Kurs Dolar, Erwin: Tiga Bulan Kita Selesaikan

Catatan Berita Bontang 27-07-2024

BONTANG – Sengkarut PT Bontang Migas dan Energi (BME) kian terbuka. Salah satunya ialah adanya utang ke Pertamina. Akibatnya, BUMD tersebut merugi di akhir tahun lalu. Nominalnya pun tidak tanggung-tanggung yakni Rp10 miliar. Dewan Pengawas PT BME, Akhmad Suharto membenarkan kondisi tersebut. Menurutnya kerugian ini bukan akibat bisnis yang ada, tetapi karena ada tagihan molor dari Pertamina dalam kurun waktu 2019 hingga 2022. “Ada tagihan tambahan nominalnya Rp10 miliar,” kata pejabat yang akrab disapa Harto ini. Secara otomatis hasil audit dari Kantor Akuntan Publik (KAP) harus dimasukkan dalam perhitungan di 2023. Padahal di 2023, PT BME terdapat keuntungan, karena utang yang ditagihkan belakangan jadi merugi. “Tagihan itu harus dibayar. Itu dari Kementerian ESDM,” ucapnya.

Selengkapnya