Catatan Berita Balikpapan 05-10-2024
BALIKPAPAN – Dinas Kesehatan Kota (DKK) Balikpapan mengajukan adanya insentif bagi kader posyandu. Ini sekaligus mendukung upaya penurunan kasus stunting di Kota Minyak. Hal ini telah disampaikan Kepala DKK Balikpapan Alwiati kepada DPRD Balikpapan. Dia berharap, wakil rakyat juga memberi perhatian kepada kesejahteraan kader posyandu. “Bagaimana meningkatkan kapasitas kader, selama ini kader tidak ada honornya,” ucapnya. Padahal selama ini mereka bekerja di lapangan dan ujung tombak DKK Balikpapan yang berada langsung dengan masyarakat. Termasuk dalam hal penanganan kasus stunting. Kalaupun ada bantuan selama ini hanya diberikan dalam bentuk uang transportasi sebesar Rp50.000. Berbeda dengan RT yang memiliki dana operasional. “Kader selama ini benar-benar swadaya atau relawan saja,” katanya. DKK Balikpapan berharap, anggota dewan memperjuangkan dana insentif bagi kader posyandu. Sehingga ada anggaran khusus untuk mengoptimalkan peran kader.
Selengkapnya