Catatan Berita Kutai Timur 07-11-2025
Sangatta – Bupati Kutai Timur (Kutim), Ardiansyah Sulaiman, menyoroti rendahnya jumlah pelaku usaha sarang burung walet yang tercatat membayar pajak daerah. Menurutnya, dari ratusan bangunan walet yang tersebar di hampir seluruh kecamatan, hanya 44 wajib pajak yang tercatat melakukan pembayaran pajak secara online. “Padahal kalau dilihat, itu banyak. Dimana-mana ada sarang walet. Apakah waletnya memang enggak lagi bertelur? Nah, ini yang saya tidak paham,” ujar Ardiansyah usai menghadiri kegiatan Gebyar dan Reward Pajak Daerah Tahun 2025, Kamis (6/11). Menurutnya, sarang burung walet merupakan salah satu potensi besar yang bisa menopang Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kutim. Karena itu, ia meminta agar dilakukan penelusuran lapangan hingga ke pelosok untuk memastikan kepatuhan para pelaku usaha dalam memenuhi kewajiban pajaknya. “Mungkin ini perlu digali lagi, kalau bisa harus ada tim yang memang menelusuri sampai ke pelosok-pelosok. Semua kecamatan di Kutim ini ada gedung-gedung walet. Perlu dicek kembali kemampuan dan ketaatan mereka untuk bayar pajak,” tegasnya.
Selengkapnya