Catatan Berita Samarinda 08-06-0005
TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA — Pemerintah Kota Samarinda berkomitmen dalam membebaskan para siswa dari kewajiban membeli buku ajar atau buku penunjang. Komitmen ini kembali ditegaskan Walikota Samarinda, Andi Harun, sebagai bentuk konsistensi atas langkah-langkah pembenahan dunia pendidikan yang telah dirintis sejak tahun lalu. Terlebih di tahun sebelumnya mencuat polemik dugaan pungutan liar dalam bentuk pembebanan pembelian buku di sejumlah SD dan SMP negeri di Samarinda. Sejak saat itu Pemkot langsung mengambil langkah konkret untuk menyelesaikan permasalahan tersebut. Salah satunya melalui pencetakan buku penunjang secara massal yang dibiayai sepenuhnya oleh pemerintah kota. “Buku sudah dalam proses cetak, Juni ini sudah jadi dan akan didistribusikan. Dan di tahun ajaran baru ini sekolah tidak ada jual beli buku. Disediakan oleh Pemkot,” ujar Andi Harun.
Selengkapnya