TKD Dipangkas, Didorong Maksimalkan PAD

Catatan Berita Samarinda 01-09-2025

SAMARINDA – Tekanan fiskal menghimpit Kota Samarinda menjelang pengesahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan (APBD-P) 2025. Pendapatan daerah yang sebelumnya diproyeksi stabil, kini terjun bebas akibat berkurangnya Transfer ke Daerah (TKD) dari pemerintah pusat. Ketua Komisi 11 Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Samarinda, Iswandi menegaskan bahwa sejak jauh-jauh hari, pihaknya selalu mengingatkan agar daerah tidak bergantung pada TKD. "Karena porsi profit APBD kita masih sekitar 20 persen. Idealnya 40 hingga 45 persen supaya bisa mandiri," kata Iswandi yang juga merupakan Anggota Badan Anggaran (Banggar) DPRD Samarinda ini. Sebelumnya, Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Samarinda mencatat TKD yang diperkirakan Rp400 miliar terkoreksi hingga Rp151 miliar. Akibatnya, APBD-P pun terpangkas dari Rp5,8 triliun.

Selengkapnya