Catatan Berita Kutai Timur 07-11-2025
Proyeksi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun 2026 diperkirakan anjlok tajam. Dari Rp9,89 triliun pada 2025, pemerintah memprediksi hanya sekitar Rp4,86 triliun tahun depan. Kalangan DPRD Kutim meminta pemerintah daerah tak lagi bergantung pada dana transfer pusat, dan mulai serius menggarap Potensi Asli Daerah (PAD). Anggota DPRD Kutim, Faizal Rachman, menilai penurunan anggaran menjadi momentum untuk memperkuat sumber pendapatan lokal. Meski secara asumsi PAD tahun depan meningkat menjadi Rp400 miliar dari rata-rata Rp300 miliar, ia menilai masih banyak sektor yang bisa dimaksimalkan. “Sebetulnya pendapatan asli daerah kita naik. Itu 400 miliar. Biasanya kan di angka 300 miliar,” kata Faizal, Selasa (4/11). Faizal menyoroti bahwa Kutim selama ini terlalu bergantung pada Dana Bagi Hasil (DBH) dari pusat.
Selengkapnya