Label “Kota Hantu” Picu Evaluasi Kinerja

Catatan Berita Balikpapan 03-11-2025

Balikpapan – Sorotan media internasional terhadap pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) kembali memicu reaksi politik di dalam negeri. Anggota Komisi II DPR RI, Muhammad Khozin, meminta Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) memperkuat kinerja dan transparansi informasi setelah laporan harian media Inggris The Guardian menyebut IKN berpotensi menjadi “kota hantu”. Khozin menilai, kritik tersebut tidak bisa diabaikan sebagai sekadar pemberitaan negatif, melainkan perlu dijawab melalui langkah konkret dan komunikasi publik yang terbuka. “Label kota hantu itu maknanya peyoratif, artinya masa depannya gelap. Label itu harus dijawab oleh OIKN dengan kinerja yang lebih akseleratif, laporkan segala perkembangannya kepada publik,” ujarnya dalam keterangan tertulis. Menurut Khozin, kelemahan komunikasi publik menjadi salah satu titik lemah OIKN selama ini. Ia menekankan, publikasi rutin mengenai progres pembangunan perlu dilakukan agar masyarakat dan investor tidak menelan mentah-mentah narasi negatif yang berkembang di luar negeri. “Salah satu hal yang kerap menjadi persoalan adalah tata kelola komunikasi publik OIKN,” katanya.

Selengkapnya