Menampilkan 2026 data.
Bontang – Pemprov Kaltim terus mengintensifkan sejumlah pajak daerah. Upaya itu dilakukan untuk meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD). Salah satunya lewat pemungutan pajak kendaraan bermotor (PKB). Demi memaksimalkan rencana itu, Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kaltim menggelar forum Konsultasi Publik di Hotel Novotel Balikpapan, senin (30/9). Pertemuan itu membahas terkait pelayanan pemungutan PKB dan sosialisasi Pergub Nomor 38 Tahun 2024 tentang Petunjuk Pelaksanaan Pemungutan Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB). Kegiatan itu merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah untuk meningkatkan pelayanan publik dan mendengarkan aspirasi masyarakat serta para wajib pajak.
SEBANYAK 1.992 Rukun Tetangga (RT) di Kota Samarinda beradu kreativitas dalam ajang bergengsi Probebaya Award 2024 di Plenary Hall Samarinda, Sabtu (21/9). Program ini memang bertujuan untuk mendorong semangat gotong royong dan inovasi dalam membangun lingkungan di tingkat RT. Probebaya, Program Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat yang digagas Wali Kota Samarinda Andi Harun dan Wakil Wali Kota Rusmadi Wongso, mengalokasikan dana sebesar Rp100 juta setiap tahun untuk setiap RT guna mendukung pembangunan di lingkungan mereka.
TANA PASER- Dari angka itu, Rp354 miliar digunakan untuk membangun infrastruktur jalan di daerah perkebunan sawit warga. Sementara sisanya, Rp3,4 miliar bisa langsung dinikmati para petani. Dana yang ditaruh di Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunak) Paser itu pada 2024 ini baru bisa digunakan. Kepala Disbunak Paser Djoko Bawono mengatakan, dana Rp3,4 miliar ini untuk pendaftaran Surat Tanda Daftar Budi Daya (STDB) Kebun Sawit, dan juga untuk sertifikasi Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO). Kepala Disbunak Paser Djoko Bawono mengatakan, dana Rp3,4 miliar ini untuk pendaftaran Surat Tanda Daftar Budi Daya (STDB) Kebun Sawit, dan juga untuk sertifikasi Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO).
Bontang – Belakangan ini ramai soal kabar pungutan untuk pengelolaan sampah ke berbagai pihak, termasuk satu di antaranya ke usaha kuliner yang ada di Kota Bontang, Kalimantan Timur. Mengenai peristiwa ini, Dinas Lingkungan Hidup Kota Bontang menegaskan, pungutan atau iuran yang tersebar ke tengah masyarakat merupakan program yang tidak resmi, tidak legal. Demikian ditegaskan oleh Syakhruddin, Kepala Bidang Pengelolaan Sampah DLH Bontang kepada TribunKaltim.co pada Senin (30/9/2024) di Kota Bontang, Kalimantan Timur. Terutama pelaku usaha, untuk tidak melakukan pembayaran iuran sebagaimana tertulis dalam surat tersebut. Jika menerima surat atau pesan serupa, masyarakat diminta segera melaporkan kepada pihak berwenang untuk ditindaklanjuti.“Pastikan selalu memverifikasi kebenaran setiap informasi yang mengatasnamakan instansi pemerintah sebelum mengambil tindakan,” kata Syakhruddin.
SAMARINDA – Hal itu diungkapkan Wali Kota Samarinda Andi Harun di sela peninjauan lapangan. Dalam agenda tersebut, sejumlah kekurangan masih ditentukan dan meminta pelaksana proyek untuk merampungkan. Andi Harun mengatakan, sebelum dibuka memastikan kondisi infrastruktur di lapangan benar-benar baik. Namun, ada sejumlah kekurangan ditemukan. Misalnya beberapa pinggiran taman yang belum sempurna pemasangan rumputnya karena pernah ada giliran, sehingga itu perlu ditanam lebih banyak rumput. “Kemudian masih ada beberapa genangan di lantai. Makanya kami meminta minggu ini diperbaiki, jadi air tidak ada yang tergenang. Walau genangannya sangat sedikit, tetap saja mengganggu pemandangan,” ungkapnya, Rabu (4/9).
Balikpapan – Perbaikan saluran sekunder Balikpapan Baru bagian dari lanjutan proyek penanggulangan banjir Kota Balikpapan. Seperti diketahui, Pemkot Balikpapan melakukan penanganan banjir secara bertahap. Setelah sebelumnya pemerintah kota melakukan perbaikan DAS Ampal mulai titik Global Sport, Perumahan Wika, hingga Jalan MT Haryono Simpang Beller. Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud mengatakan, perbaikan drainase ini bagian dari penanggulangan banjir. Masalah banjir di Kota Beriman tidak bisa tuntas dalam satu atau dua tahun anggaran. “Itu perlu proses beberapa tahun. Minimal kita sudah mulai bertahap, bukan cuma mimpi. Tapi kita eksekusi,” katanya.
SAMARINDA – Berbagai persiapan dimatangkan dari pengelolaan yang akan dilakukan beberapa OPD, dikoordinir Dinas Lingkungan Hidup (DLH), serta area parkir kendaraan yang disiapkan sebanyak tiga zona, menghabiskan anggaran Rp1 miliar. Kepala Bidang (Kabid) Cipta Karya Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Samarinda Andriyani Hanina menerangkan, pihaknya mengalokasikan Rp1 miliar yang berasal dari duit addendumi proyek Teras Samarinda Segmen 1. Tiga zona disiapkan dengan kapasitas tampung total 430 unit motor dan 99 unit mobil. “Minggu ini kami rampungkan, saat ini masih finishing. Itu juga kerja bersama beberapa OPD, termasuk dukungan lampu penerangan area parkir zona C didukung Disperkim,” ucapnya ditemui di sela kunjungan lapangan, Selasa (3/9).
SENDAWAR – RSUD Harapan Insan Sendawar tengah membangun gedung baru untuk Unit Gawat Darurat (UGD). Bangunan itu tepat depan atau halaman yang dulu difungsikan menjadi area parkir. Direktur RSUD Harapan Insan Sendawar (HIS) dr I Nyoman Sumahardika mengatakan, pihaknya membangun gedung baru sebagai upaya memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat. “Pembangunan gedung UGD, sifatnya mendesak karena pasien full. Ruangan yang dipakai saat ini kecil,” jelasnya, Selasa (3/9).
Disporapar Kabupaten Paser Kurniawan mengatakan, anggaran itu bersumber dari APBD Kabupaten Paser 2024. Peruntukannya penataan gerbang pintu masuk, gazebo, musala, hingga kios atau kantin. Kemudian area parkir, jembatan hingga area untuk berkemah. Air Terjun Doyam Turu ini lokasinya berdekatan dengan Gunung Embun atau Gunung Boga, wisata terfavorit di Paser. Dengan penataan itu diharapkan jadi daya tarik baru penghobi pelancong wisata. Pengunjung setelah bermalam dan menikmati embun di Gunung Boga pada pagi hari, begitu mau pulang bisa sekaligus singgah di Doyam Turu. "Aksesnya mudah, hanya sekitar 15 sampai 20 menit dengan berkendara roda dua," kata Kurniawan, Senin (2/9).
PENAJAM – Menanggapi rendahnya realisasi penyerapan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun 2024 Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) PPU Muhajir menjelaskan, bahwa untuk serapan realisasi anggaran hingga awal September masih di kisaran 41 persen. Mengapa? Pertama, rendahnya realisasi tersebut lantaran adanya kombinasi antara pagu APBD Murni dengan Perubahan – APBD (P – APBD). Terdapat penambahan belanja kurang lebih sekitar Rp500 miliar di APBD perubahan. “Sehingga itu yang membuat realisasi kita turun lagi. Awalnya estimasi APBD kita di angka Rp2,6 triliun, dan itu sudah agak tinggi. Tetapi karena ada penambahan belanja saat ini yang menjadikan APBD di angka Rp3,1 triliun, mempengaruhi di realisasi secara keseluruhan,” kata Muhajir saat ditemui media ini, Senin (2/9).